Styrofoam dan Amplop

Wednesday, August 01, 2007

Kemarin ini saya diajak bos saya untuk ikut rapat di salah satu badan pemerintahan daerah yang bergerak di bidang lingkungan hidup di daerah Kuningan, Jakarta Selatan (saya ga nyebut nama lho.. Heheh..). Sebenarnya saya ga punya kepentingan apa-apa disana, tapi menurut bos saya akan lebih baik jika saya ikut untuk berkenalan dan build a network dengan orang-orang disana. Well, sebagai bawahan yang baik ya saya nurut aja..

Sebenarnya, alasan kenapa saya menulis ini adalah munculnya tiga hal yang mengganggu pikiran saya dari sebelum rapat hingga saat rapat selesai.

1. Saya datang sudah telat setengah jam. Tapi ternyata rapat belum mulai. Saya masih harus menunggu setengah jam lagi hingga rapat dimulai. Rasanya budaya ngaret orang Indonesia akan melekat abadi ya..? Untuk urusan ini saya nyerah deh..

2. Di tengah-tengah rapat muncul seorang office-girl yang membagi-bagikan kudapan dan minuman hangat. Saya senang sekali dengan kehadiran makanan dan minuman itu, tapi yang saya benci KENAPA MEREKA MUSTI MENGGUNAKAN STYROFOAM???? Untuk urusan ini, saya akan nyerocos panjang lebar! Coba ya.. Mereka itu badan pemerintahan yang tugasnya mengawasi dan mengendalikan lingkungan. Bahkan mereka punya bidang sendiri yang bertugas untuk mengatasi kerusakan lingkungan. Tapi they used styrofoam which is (almost) can not be degradated??!! It takes hundred years to degradate styrofoam!! Akan lebih mencerminkan diri mereka (dan tentunya menjaga lingkungan kita) jika mereka menggunakan piring berbahan dasar keramik yang bisa dicuci dan dipakai berulang-ulang daripada menggunakan styrofoam yang langsung buang, right??? At least, mengolah air limbah cucian piring akan lebih bisa dilakukan daripada mereduksi styrofoam!! Huh.. Emosi bgt jadinya... Buat teman-teman dan orang-orang yang peduli sama bumi kita ini,


MARI KITA KURANGI PEMAKAIAN STYROFOAM DAN PLASTIK!!!!

Beberapa tips yang bisa digunakan untuk menghindari pemakaian styrofoam dan plastik :

# Gunakan piring keramik atau gelas kaca daripada styrofoam atau plastik di acara-acara yang kamu adakan seperti arisan, acara syukuran kecil2an di rumah, acara unit2 di kampus, dll.
# Bawa tempat bekel dan tempat minum sendiri. Jadi, saat membeli makanan atau minuman, si penjual ga perlu menggunakan styrofoam atau plastiknya.
# Jika si penjual makanan memiliki kertas nasi, minta dia untuk menggunakan itu daripada styrofoam.
# Bring your own shopping bag! Seperti tas kain, misalnya, yang cukup kuat tapi juga mudah dilipat dan dibawa-bawa. Jadi, kalau kamu cuma belanja odol atau sabun di super atau mini market, you can say "GA USAH PAKE PLASTIK,MBAK/MAS.. Biar ga nyampah.." And just put your groceries at your own bag.
# Jika kamu terpaksa menggunakan plastik dari toko atau pasar, JANGAN LANGSUNG DIBUANG!! Lipat yang rapi, simpan dan gunakan lagi jika kamu memerlukannya.

Easy,huh? Jika bukan kita yang peduli, who else will do it?? Satu orang yang melakukan mungkin ga ada artinya, tapi kalau seluruh kantor? atau seluruh anak-anak di kampus? It will be 'something'..

3. Saat akan pulang, tiba-tiba ada seorang petugas dari badan pemerintahan tersebut yang mencegat saya sambil membawa amplop dan map. Kemudian terjadilah 'transaksi' itu. Yup, mereka memberikan amplop berisi uang pada saya setelah saya menandatangani beberapa berkas sebelumnya. Sekilas saya lihat digit uang yang akan saya terima di berkas tersebut. Hmmm.. 6 digit.. Banyak jugaa! But, you know what, saat melihat isi amplop ternyata hanya ada selembar rupiah berwarna biru bergambar I Gusti Ngurah Rai.. Wow.. Pertama, saya ga tau apakah memang begitu seharusnya (baca: mendapatkan amplop berisi uang) jika saya mengkuti rapat pemerintah? Kedua, licik sekali mereka membuat saya menyetujui bahwa saya menerima uang sejumlah A tapi yang saya dapat hanya sejumlah B.. This is my first experience to deal with 'it'. Sampai sekarang saya masih menyimpan uang beserta amplop itu dan belum menyentuhnya lagi. Semoga saya ga dosa...