September, 26th 2007

Thursday, September 27, 2007

Last night, he proposed.

Not with a ring, not with a romantic dinner, nor with a rose flower.
He proposed me with one kiss. One deep kiss. One meaningful kiss...

I never saw him as sweet as that night. I never saw so many love come through his eyes like that night. I never felt such warmth circling my body like that night.

I love you,too.. is all I can say in silent. Try to reply his love with no words. Because our eyes tell much more than our mouth at that night. And suddenly, I cried. I cried in happiness. Tears flown from my eyes while I smiled. He hugged me. Tight. Whispering that he loved me so much in my ear. I know,dear.. I can feel it...

-----------------------------------------

Gosh.. even when I write this this morning, my eyes glistened with tears. I still can feel all tremendous feeling in my heart at that night. September, 26th night. A night where full moon appears. And under the moon, we also declared our dream. We yelled our dream to the Almighty ALLAH.

"Ya Allah, dengerin doa rati yaaaaa...!" He yelled after I declared my 20 years dream. Tears again in my eyes. When his turn came, I also yelled the same to ALLAH. I hope we can always be together until death apart our body. I hope we can against all odds by holding each other hand. Together loving ALLAH too. Together build a happy family. Together reach our dreams.


Ya Allah, this is my pray to YOU.
Please... Keep him safe for me. We haven't do anything in this life.
We are just about to start our dream. We hope you can make all this plan going smooth for us.
Because all the things we do, we do it because of YOU. Amin.

Sakit

Wednesday, September 26, 2007

Kemarin saya sakit. Saya ga suka kalau sakit. Apalagi sakit yang bener-bener sakit, pain.. not just sick, kaya radang tenggorokan saya ini. Tiap batuk rasanya dinding tenggorokan ini makin tipis karena tergerus terus. Perih pula... Ditambah lagi lendir yang ada di pangkal tenggorokan menghambat napas saya. Sampai-sampai ngomong terlalu bersemangat aja bikin napas saya tersengal-sengal. Menderita deh pokoknya..

Seharian kemarin saya ga masuk kantor. Kerjaan saya cuma baring-baring di kostan sambil kegerahan, minum air anget diselingi teh anget (otomatis ga puasa), tidur, pipis karena kebanyakan minum, nonton, minum obat, melamun, bosan... Duh, sakit itu bener-bener ga enak deh...

Saya jadi merasa bodoh kalau ingat diri saya waktu kecil yang sering kepengen sakit biar ga usah sekolah. Atau pengen diopname biar banyak yang nengokin sambil bawa makanan dan mainan. Hehe.. Suatu hari saya pernah bilang sama Ibu saya kalau saya pengen pingsan karena saya ga tau yang namanya pingsan tuh kaya apa rasanya. Langsung dong, Ibu saya misuh-misuh. Beliau menyuruh saya mengucap istighfar. Rati kecil waktu itu cuma bengong dan bertanya-tanya kenapa disuruh mengucap istighfar. Hehe.. Giliran sekarang, baru ngerasain sendiri deh yang namanya sehat itu mahal.

Waktu tingkat 3, saya pernah sakit. Kata dokter waktu itu saya kena virus, entah virus apa namanya. Pokoknya gejala saya waktu itu demam dan muntah-muntah. Karena orang tua saya di Bogor, maka dititipkanlah saya di rumah tante saya yang ada di Bandung. Disana makan saya memang terjamin, tapi ternyata jiwa saya tertekan karena ga ada satu orang teman saya yang nengokin saya. Beberapa orang yang saya kasih tahu cuma memberi perhatian sebatas sms saja. Ditambah lagi om dan tante saya yang memang sibuk, tidak bisa memberi saya perhatian yang cukup, sebagaimana orang sakit seharusnya diperhatikan. Alhasil, dalam seminggu bobot saya turun 7 kg. Dan sampai sekarang saya masih ingat seperti apa kesedihan saya waktu itu. Semenjak kejadian itu, jika ada teman saya yang sakit, sebisa mungkin saya tengok karena saya tahu sedihnya terbaring lemah tak berdaya berhari-hari di ranjang.

Well, sehat itu memang mahal.. Indeed.

Cuci otak

Monday, September 24, 2007

Toloooong...!!

Saya kehilangan otak saya!!

Terakhir ditemukan tadi malam di meja sebelah tempat tidur saya dan masih dalam kondisi segar bugar. Bagi yang menemukan tolong bilang sama dia, saya ga akan jadi cuci dia. Saya akan tetap merawatnya agar semua kenangan itu tetap utuh disana. Saya juga akan lebih sering membaca supaya dia kenyang dan tetap hidup. Tapi sekarang dia ga ada... Dan saya ga bisa kerja karenanya.

Toloooooooooooooooooooooong....!!!

It's my life, right?

Tuesday, September 18, 2007

Saya sebenernya ga pernah punya cita-cita jadi anak teknik, apalagi masuk ITB. Saya ngerasa ga pernah sepinter itu. Tapi Tuhan memang punya jalanNYA sendiri untuk saya. Dan akhirnya terdamparlah saya di Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan tepatnya di Jurusan Teknik Lingkungan. Ketika pertama kali masuk dan kuliah sebagai anak TPB, rasanya mau nangis kalo udah belajar mati2an buat ujian kalkulus dan ternyata hasilnya cuma C doang. Untungnya, disana saya dapat teman-teman yang bikin betah. Dan alhamdulillah, dengan peluh bercucuran, air mata dan darah , akhirnya saya bisa lulus juga.


Nah, setelah saya lulus, dilema pun bermunculan. Saya itu dari kecil memang sudah sadar kalo saya punya insting bisnis yang lumayan. Makanya saya pengen masuk jurusan bisnis manajemen. Mungkin hal ini memang warisan dari alm.kakek saya yang seorang penjual sepatu. Beberapa pengalaman saya tampaknya cukup membuktikan kalau saya punya jiwa wirausaha yang lumayan. Seperti waktu SD, saya pernah bikin hiasan rambut sederhana yang terbuat dari kain perca dan laku dibeli sama teman-teman saya. Terus saya juga pernah punya perpustakaan kecil-kecilan yang kemudian saya jadikan bisnis peminjaman buku, masih ketika SD juga. Waktu SMA, saya pernah jualan brownies bikinan mama saya yang alhamdulillah hasilnya bisa dipake beli sepatu! Selain itu saya juga sempat mengelola Toko OSIS yang kalau waktu istirahat tiba bisa diantriin ampe panjaaaaaaaaaaaaaang bgt karena saya jual kue yang enak-enak disitu! Hehehe.. Jadi seneng kalo inget masa-masa itu... Waktu kuliah, saya juga sempat jualan kosmetik yang didagangkan dengan sistem MLM (tapi saya males ikut MLMnya...) dan jualan kalung bikinan sendiri yang lumayan disenengin sama teman-teman saya.


Saat ini, saya kerja di sebuah LSM dan masuk ke dalam Clean Air Project disitu. Otomatis kerjaan saya masih berhubungan dengan lingkungan, jadi masih nyambunglah sama kuliah saya. Dan fenomena ini (ssshhaaaaaah...fenomena...haha..) sangat menyenangkan hati ayah saya yang juga alumnus Teknik Lingkungan. Tapiiiiii.... naluri bisnis yang sangat menggebu-gebu ini kayanya udah ga bisa dibendung lagi deh! Saya pengeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeen banget mulai usaha saya dan ga kerja kantoran kaya gini lagi. Tapi resikonya, ayah saya mungkin akan kecewa dan penghasilan saya juga pastinya akan menjadi tidak tetap. Tapi (lagi) rasanya jiwa saya memang bukan disini deh...... Walaupun beberapa waktu yang lalu sempat juga muncul pertanda-pertanda yang menuntun saya untuk menjadi seorang ahli udara, tapiiiiiiiii... hati saya ga disitu... Gimana doooong...?


It's my life
It's now or never
I aint gonna live forever
I just want to live while I'm alive
It's my life
My heart is like an open highway
Like Frankie said I did it my way
I just wanna live while I'm alive
It's my life
[Bon Jovi - It's My Life]

Ekspresi

Monday, September 17, 2007

Kadang saya sebel sama diri saya yang ekspresif ini. Masalahnya, ketika saya bete atau sedang mengalami banyak cobaan yang menyiksa, saya seringkali tidak mampu menyembunyikan apa yang saya rasakan. Kalau lagi seneng sih sifat saya ini jadi berdampak positif karena orang yang ngeliat saya syukur-syukur ikut seneng juga *walapun kadang dianggep berlebihan sama beberapa orang teman saya... Hehe..*. Tapi kalau saya lagi sebel, bete, sedih atau sengsara *cieee...sengsara...hihi..* gimana coba? Dan yang lebih menyebalkan lagi, ekspresi negatif yang keluar dari tubuh saya seringkali diartikan oleh orang lain hanya sebagai satu emosi saja yaitu RATIE LAGI BETE. Padahal kan saya bisa sedih juga... Siapa tahu saya diam karena saya lagi sedih. Nah, orang yang lagi sedih kan butuh dihibur, bukan didiemin seolah-olah dia lagi marah atau sebel dan ga pengen diganggu kan..? Memang sih.. sifat ini ga baik dipelihara. Selain karena mengeluarkan energi negatif yang bisa mempengaruhi orang sekitar, saya juga jadi mudah 'dibaca' orang. One other things that I hate... Tapi karena udah dari sononya kaya begini gimana dooong...?

Luar Biasa

Tuesday, September 11, 2007

Selama empat hari kemarin (6-9 Sept), saya pergi meninggalkan dunia nyata dan masuk ke dalam dunia rekaan yang bernama Siaware 12 dimana disitu saya bertemu banyak orang-orang asing yang sama sekali belum saya kenal dan dalam sekejap saya bermitosis menjadi dua yaitu saya dan kami yang bisa mengekspresikan apa saja tanpa dihakimi, mendapat banyak masukan dan evaluasi terhadap diri yang terasa pahit namun dengan cepat sekali berganti menjadi manis serta kembali meneguhkan mimpi dan cita-cita untuk masa depan.

Fiiiuuhhhhh... Lelah sudah pasti. Bingung dan gamang juga menjadi makanan sehari-hari selama disana. Emosi diaduk. Kadang menangis kadang tertawa. Tapi di ujung dunia itu, saya bahagia. Bahagia sesungguhsungguhnya BAHAGIA.

Dua kali sudah saya memasuki dunia itu dan dua kali pula saya ingin kembali kesana. Pancaran energi positif yang sungguh besar dari orang-orang hebat di sekitar saya membuat saya yakin bahwa saya adalah memang ciptaan Tuhan yang terbaik. Tapi saya sadar. Dunia itu hanyalah tempat berlatih. Berlatih agar mahir berlakon di dunia nyata. Dan setiap saya pulang dari dunia rekaan itu, saya bernapas lebih lega, melangkah lebih mantap, berpikir lebih jernih, dan merasa lebih peka.

Aaaaahh.. memang sungguh LUAR BIASA!!

Terimakasih untuk semua yang mewujudkan itu semua. Bu Devi the Captain (makasih Bu, udah milih aku sebagai salah satu fasilitator walaupun aku cuma berhasil masukin satu orang), Bu Linda the best trainer ever yang sangat inspiring, Mba Esti yang galak tapi kocak, Bu Nani dan Pak Mustaf yang..pokoknya Siaware ga akan ada jika tanpa Anda berdua, Bang Lendy yang garing (heuheu..). Teman-teman sesama fasilitator Ilham, Romy, Yudi, Chendy, Dewi, Deasy, Jukie, Bowo, Yafiz, Mba Faiz, Mas Firman, Riesa, Rioz, Fajar, David, Sophie, Andik, Qiwe dan Dipo. Sahala the GM, Primus the LO dan Ahmad the pembantu umum (hehe..). Teman-teman small group Pipie, Gina, Hilman, Fahmi, Acy, Sandy, Bunga, Cho, Roby, Aldin, Im really proud of you all guys!! Kalian benar-benar melompat sangat tinggi! Juga terimakasih untuk semua peserta Siaware 12 karena tanpa kalian dunia itu tidak akan hadir lagi untuk saya dan semua. Terimakasih.

terimakasih....

Lebih dari cukup

Wednesday, September 05, 2007

Kata saya, orang beruntung..


Kata orang, saya beruntung..



Kenapa saya dan orang-orang tidak bisa bersyukur saja???



Mungkin karena manusia selalu ingin lebih.



Pertanyaannya, dimanakah batas cukup itu?

Traveling

Tuesday, September 04, 2007

Garagara liat blog temen, jadi ikutan bikin beginian deh..

Your travel type: Party Animal

The Party Animal always wears sunglasses during his vacation. He likes a good hotel, with a swimming pool and room service. A couple of drinks at night, maybe see a show, maybe roll the dice, that's the way to spend the evening.


Culture? A museum? The others can go while the Party Animal stays in bed. You'll find him by the side of the pool when you get back with a martini to get rid of the hangover.

top destinations:

New York
Hong Kong
Las Vegas

stay away from:

Kashmir
Darien Gap
Ciudad Perdida
get your own travel profile

dan ternyata... Im a party animal! Haha.. Well, mungkin ada benernya juga.. Karena buat saya, traveling adalah liburan dan liburan haruslah menyenangkan dan tidak menyusahkan! Ga ada deh yang namanya tidur di kamar buluk berkecoa atau bermalam di alam terbuka dan mesti waspada kalau sewaktu-waktu ada macan lewat. Hiiiiiii.... That's why, I prefer shop traveling instead of 'nature' traveling.. Hehe.. Sebenernya ga belanja juga gpp, asal saya pergi ke kota dan bisa liat objek bagus untuk fotofoto! Dasar anak kota! Hihi.. Oya, pantai jadi pengecualian kali ya.. Because I Love BEACH! Saya senang main air! Apalagi kalau di pantai itu ada body surfing.. Wah, bisa ga pulang saya.. Hehe.. Tapi..ada tapinya.. Tempat saya bermalam haruslah bersih dan nyaman ditiduri.

Liburan terakhir? Hmmm.. kayanya liburan terakhir saya itu tahun lalu.. Waktu itu saya berkunjung ke Singapura. Yang menyenangkan adalah saya pergi kesana sendiri, berdasarkan hasil survey sendiri, tapi ga pake biaya sendiri sih.. Hehe.. Waktu itu, saya berangkat naik pesawat dari Jakarta ke Batam. Dari Batam, saya naik ferry ke Singapura. Perjalanan ini terhitung lebih murah, karena di Batam saya cuma bayar fiskal setengah harga fiskal ke Singapura via Changi dan tiket pesawat Jkt-Batam juga lebih murah dari Jkt-Singapura. Sampai disana saya janjian ketemu sama temen yang mw saya repotin karena saya nebeng nginep di apartemennya. Intinya sih, liburan tahun lalu itu menyenangkaaann banget! Kebetulan, temen saya yang saya tebengin itu lagi kedatengan beberapa orang temennya juga dari Indonesia. Dan saya, secara tak terduga juga ketemu teman saya disana! Haha..Jadilah kita jalan beramairamai. Disana selain ke Orchard Rd yg so famous itu, saya juga ke museum science (klo ga salah..) terus ke Bugis st, ke IKEA, fotofoto di Esplanade, di patung singa lambang Singapura,

makanmakan enak di berbagai sudut kota, sempet ke Kopitiam yang adanya di bekas gereja. Bagus gitu...


Hmmmmm... Jadi pengen liburan lageeeeeeeehh....

Sindrom seninkah?

Monday, September 03, 2007

Ga jelas.

Perasaan saya lagi kacau hari ini. Ini biasanya saat yang tepat untuk bikin puisi. Saat galau. Saat perasaan tak menentu. Tapi dari tadi ga ada sepotong kalimat indah yang menghampiri benak saya. Jadi...

Yah, begitulah.

Apakah ini sindrom senin? Ataukah ini karena daun telinga saya yang nyutnyutan karena abis disuntik? Or am I just moody..? Ataukah ini karena di akhir minggu akan ada acara yang harus saya hadiri dengan membawa suatu konsep yang bagus tapi sampai sekarang saya belum ketemu juga sama itu konsep padahal menemukan dan merealisasikan konsep itu tidaklah mudah tapi juga butuh waktu yang panjang? Atau ini gara-gara dilema tas yang baru kemarin saya beli tapi kok ternyata saya semakin ga suka sama tas itu dan berniat untuk menjualnya tapi ketika ada yang mau membeli saya malah takut menyesal telah menjual tas itu dikarenakan sebenarnya tas itu memang bagus dan saya sukai? Atau ini adalah titik kebosanan pada pekerjaan saya menyusun naskah itu yang sudah muak sekali saya utak-utik dari satu bulan yang lalu padahal sebenarnya saya memang muak sekali akan naskah itu dan berharap selesai saja? Ataukah ini disebabkan oleh postingan kekasih di suatu milis yang terkesan mempermalukan saya padahal ia adalah kekasih saya yang sudah sepatutnyalah ia menyayangi saya bukan mempermalukan saya seperti itu di depan orang banyak pula? Atau kembali lagi ini hanya sindrom senin yang memang bagi pekerja kantoran seperti saya senin adalah neraka karena kembali menceburkan diri pada pekerjaan yang berlebihan dan meletihkan adalah panas dan tidak enak dan itulah senin?


Don't you think we think too much, we see too much and we hear too much...?