Pelangi[ku]

Monday, November 21, 2005



Di hulu, saat ku berbalik dan menatap ke kejauhan
Ada sebentuk pelangi
Merah jingga kuning hijau biru nila ungu
Utuh..
Begitu indah hingga ku tak mampu berkedip

Sekarang, di titik ini dan aku pun kembali menatap ujung-ujung jari kakiku
Hampir putus asa..
Berputar berusaha menemukan semua itu kembali
Disana ada awan, matahari, kicau burung, semilir angin,
Tapi tiada yang kucari

Mana..?

Yang ku temukan hanyalah dimensi maya masa lalu
Kugapai, kosong.
Kuraih, lepas.

Wahai tuan waktu,
[atau haruskah ku meminta untuk kesekian kalinya pada-Mu, Tuhan..?]
lemparkanku kembali ke dimensi itu!
TOLONGLAH, kumohon...
Tidakkah kausaksikan sendiri, betapa pucuk-pucuk jiwaku semakin kering dan membeku..?
Sesaat lagi kan layu, mati dan terinjak-injak
Lagi-lagi oleh mu, tuan..

Jangan..
Jangan tindas aku dengan kuasa mu
Kau memang yang PALING MAHA ATAS SEGALANYA!
Dan memang hanya kau-lah yang mampu menolongku!
Maka izinkan aku, satu kali ini saja
Untuk kembali kesana
Apapun yang kau minta, wahai tuan waktu, akan aku penuhi!
Aku rela menukar apa saja dengan pelangi itu

Sensasi kebahagiaan yang melandaku saat ia memelukku untuk pertama kalinya
Ah...
Ya, pelangi itu memelukku...dulu
Bahkan ia berkata-kata hingga manisnya masih bersemayam di hatiku
Izinkan aku merasakannya satu kali lagi, tuan..
Setidaknya agar jiwaku kembali hangat
Sebelum semua terlambat
Sebelum aku terpasung dalam beku abadi..

[seberkas cahaya dengan warna-warni yang belum pernah kulihat sebelumnya, jua tak
terdefinisikan dengan inderaku,namun sungguh sangat menakjubkan, membelah tubuhku dari berbagai penjuru]

Apa ini?

Bdg, 18 Mei 2005