Perempuan Sok Tahu

Tuesday, July 07, 2009

Akhir-akhir ini saya merasa sangat SOK TAHU alias SOTOY. Saya dengan SOTOYnya keluar dari pekerjaan saya di November kemarin. Saya dengan SOTOYnya ngerasa bisa cari duit tanpa kerja kantoran. Saya dengan SOTOYnya mo jadi entrepreneur dan akhirnya membuka sebuah tempat nongkrong berbasis cafe+internet. Saya dengan SOTOYnya melakukan perhitungan yang saya anggap realistis untuk bisnis itu padahal kenyataannya saya meleset. Saya dengan SOTOYnya menantang dunia dengan mimpi saya. Padahal ternyata saya cuma SOTOY. SOK TAHU TINGKAT TINGGI.

Tapi dari SOTOY itu saya belajar. Walopun resikonya besar, walopun rasanya saya udah pengen nyerah aja, tapi saya ga mau sampe ga dapet apa-apa dari rangkaian keSOTOYan yang udah saya buat.

Tapi (lagi), sekarang semangat saya amburadul. Ibarat kalung mutiara yang udah susah-susah terangkai, sekarang simpul kalung itu lepas dan semua mutiaranya jatuh, keluar dari benang yang menjaganya, berceceran di lantai. There's no more pearl necklace. There's just pearls everywhere. But, it's still pearls isn't it? So now I'm just hoping to have some more strength to pick those pearls and make it valuable again.

Ya, saya tau saya SOTOY. Saya juga tahu saya cape. Tapi saya ga boleh nyerah. Sooner or later everything should been paid off.