Sindrom seninkah?

Monday, September 03, 2007

Ga jelas.

Perasaan saya lagi kacau hari ini. Ini biasanya saat yang tepat untuk bikin puisi. Saat galau. Saat perasaan tak menentu. Tapi dari tadi ga ada sepotong kalimat indah yang menghampiri benak saya. Jadi...

Yah, begitulah.

Apakah ini sindrom senin? Ataukah ini karena daun telinga saya yang nyutnyutan karena abis disuntik? Or am I just moody..? Ataukah ini karena di akhir minggu akan ada acara yang harus saya hadiri dengan membawa suatu konsep yang bagus tapi sampai sekarang saya belum ketemu juga sama itu konsep padahal menemukan dan merealisasikan konsep itu tidaklah mudah tapi juga butuh waktu yang panjang? Atau ini gara-gara dilema tas yang baru kemarin saya beli tapi kok ternyata saya semakin ga suka sama tas itu dan berniat untuk menjualnya tapi ketika ada yang mau membeli saya malah takut menyesal telah menjual tas itu dikarenakan sebenarnya tas itu memang bagus dan saya sukai? Atau ini adalah titik kebosanan pada pekerjaan saya menyusun naskah itu yang sudah muak sekali saya utak-utik dari satu bulan yang lalu padahal sebenarnya saya memang muak sekali akan naskah itu dan berharap selesai saja? Ataukah ini disebabkan oleh postingan kekasih di suatu milis yang terkesan mempermalukan saya padahal ia adalah kekasih saya yang sudah sepatutnyalah ia menyayangi saya bukan mempermalukan saya seperti itu di depan orang banyak pula? Atau kembali lagi ini hanya sindrom senin yang memang bagi pekerja kantoran seperti saya senin adalah neraka karena kembali menceburkan diri pada pekerjaan yang berlebihan dan meletihkan adalah panas dan tidak enak dan itulah senin?


Don't you think we think too much, we see too much and we hear too much...?