The story behind a great actor

Friday, July 25, 2008

Agak sedikit telat, tapi akhirnya semalem saya nonton The Dark Night jugaaaaa... Fiuuhhhh... It was such a great superhero movie! And surprisingly, had replaced The Godfather as the number 1 greatest movie all the time (voted by IMDB users)!

Saat menonton film ini, yang paling bikin saya terkesan dan merinding pastinya adalah karakter Joker yang pasti semua juga udah ada tau, diperankan dengan amat sangat brilian oleh the late Heath Ledger. Jujur aja, saya cuma menemukan satu scene dimana saya bisa berkata "Ooooh.. itu yang jadi Joker Heath Ledger thoo.." Beside that scene, nop. I can't tell!

Disini saya ga akan bahas film ini seperti apa *ya better watch it yer self! 指*, yang pengen saya angkat adalah betapa seorang aktor profesional nan berbakat mampu memerankan sebuah karakter dengan sangat dahsyat!

Jadi ceritanya begini, pas abis nonton film yang disutradarai oleh the genius Mr.Nolan ini, salah satu temen saya bilang kalau penyebab kematian Ledger dipengaruhi oleh karakter Joker di film The Dark Night ini. Saya langsung teringat salah satu percakapan antara Oprah dan Anthony Hopkins, sang maestro dibalik hidupnya tokoh Hanibal Lecter si pemakan manusia. Hopkins disitu mengakui bahwa it was soo hard to go out from your character when you really gotten into it. Ngerti kan maksudnya? Si aktor profesional ini, ga kaya kebanyakan artis dalam negeri yang cuma modal belahan dada *sorry, no offense dude!* ato tampang rada bule dikit buat maen film, sangat menjiwai perannya sampai the real him and the character was totally blended. Setelah selesai memerankan tokoh tersebut, kadang dia bingung...is it the real me or is it the character talking? Dia pun mengakui bahwa it take times to really get out from the character that he was played. Dalem banget kan? SEGITUNYA lho mereka serius memerankan suatu tokoh..

Nah, hal ini juga tampaknya terjadi sama the late Heath Ledger. He was involved to deep with the character and couldn't bear it anymore sampai akhirnya dia stress, ga bisa tidur and overdose because he was taken too much sleeping pills. Mungkin bedanya Mr.Hopkins ini sudah lama malang melintang di dunia seni peran sehingga mentalnya sudah terasah dengan baik. Sementara Ledger, sadly, tampaknya masih belum cukup kuat untuk itu. Ga heran, karena untuk mendalami perannya sebagai Joker, Ledger sengaja mengisolasi dirinya di dalam sebuah kamar hotel selama sebulan penuh. Disitu ia mendalami karakter Joker dari mulai penjiwaan secara psikologis sampai mengatur warna suara untuk mencapai kesempurnaan karakter Joker yang akan ia perankan. WAAW! Isn't it professional or what?

Sayang sekali, perjalanan Ledger terhenti sampai disini. Padahal, setelah melihat aktingnya di The Dark Night, Im sure there will be a lot of so-damn-good-characters that he will be played. But at the and all I can say is just "Goodbye, Mr.Ledger... You made such a good ending for your life.." Hope someday I can make a good ending for my life too.