Time is priceless

Saturday, March 12, 2005

Adalah relung-relung batinku yang tergagap atas kenyataan
Sukar menghinggapi tiap jejak usaha yang kuhasilkan dari peluh
Gagal pun menjalin perihnya denganku...

Namun mata ini enggan menyesap semua yang terbambang
Penyangkalan demi penyangkalan melayang seolah tak puas akan takdir yang telah menggores hati
Mengoyaknya sedemikian dalam, membuat roda pemikiranku terus berputar, hanya sekedar mencari sebentuk logika atas sakit yang mendera

Hingga tibalah masa itu...
Saat butiran-butiran waktu menjawab segalanya
Memuaskan dahaga tanya di otakku
Menuntaskan daging penutup luka di hatiku
Menjelmakan ketenangan tanpa satu tanda tanya pun disisakan untuk menggelayut disana

Detik itu ku tersadar,
Waktulah yang merajaiku.