Ada dan tiada

Tuesday, March 15, 2005

Kembali,
Lamunanku hanya ditemani sebaris tipis manis yang akhirnya sama sekali tak berkuasa menyembulkan tawa

Berbatang putih nikotin gencar memulaskan gelap disana
Menyerap rekah merah, menggantinya dengan gulita
Tiada kau, tiada dia, tiada semua yang setia

Yang ada hanya seonggok benda tak bernyawa
Melingkupiku dengan kebahagiaan semu, tawa palsu

Beku...
Hatiku pun beku seiring sendu yang tak sirna karena mu, dia, dan semua yang tak pernah ada