Sepinya daku...

Wednesday, March 16, 2005

Huh.. mood lagi kacau nih..
Feel so lonely mulu...
Gara2 itu pula kmrn jadi marahan sama sang pacar.
Padahal masalahnya ga penting..
Akibatnya hari ini jadi pgn sendirian aja
Dan pgn bercerita..
Let me begin..

Siang-siang mendung,
ku langkahkan kakiku dipersenjatai dengan satu tas penuh obat anti bosan nan mujarab (berat juga..)
hanya perlu satu tempat nyaman untuk menikmati semua isi tasku dan menghilangkan penat yang bersenut-senut dikepala
akhirnya ku berlabuh di salah satu cafe di tengah kota
diapit oleh dua universitas besar
saat jam makan siang pula..
Tidak heran kalau suasananya cukup ramai.
ternyata banyak juga yang memilih untuk makan siang di cafe yang notabene cukup menguras kantong.
Aku?
cukup hanya memesan segelas iced coffee vanila.
setelah membayar dan memperoleh tempat di satu sudut yang nyaman,
kumulai membongkar isi tasku.

Buku, novel tepatnya
fiksi.. judulnya Akademos
pengarangnya seorang sarjana psikologi yang meneruskan S2-nya di jurusan filsafat.
tidak heran, novel itu begitu sarat ilmu dan filosofis.
namun hebatnya, tak ada kata bosan hinggap di otakku saat membacanya
salute! untuk sang pengarang tentunya.
Namanya?
Lebih baik tak kusebutkan... :)

Kulanjutkan membongkar
satu pak Marlboro Lights Menthol pun menyembul
tentu disertai dengan sang pacar, si korek api mungil.
kunyalakan sebatang,
kuhisap penuh penghayatan
Yah, lagi-lagi padanyalah aku melemah
Terbujuk kembali untuk menikmati tiap jengkal kepulannya
Padahal sudah tiga minggu aku berusaha tak menyapanya
Kini tersia saja semua yang lalu itu

Menthol pun mengalir deras keluar dari bibirku
Hisap...Buang...Puiih...
Terimakasih.
Kali ini cukuplah kau yang menjadi tumpahan gundahku.

Apa lagi yah benda-benda yang kubawa?
Oya, ada agenda warna-warni!
Agenda itu ku buat sendiri di awal semester yang lalu
Ia termasuk salah satu obat bosanku yang menyenangkan!
Judulnya memang agenda, tapi selain jadwal kegiatanku,
banyak juga curahan-curahan penatku disana
kadang berbentuk coretan-coretan amburadul,
kadang rapi jali dalam kata-kata yang tersusun rapi menjadi sebentuk puisi
agar tidak membosankakan, beberapa halamannya ku tempeli dengan foto-foto
atau gambar-gambar dari majalah yang aku senangi
kebetulan aku memang senang membaca dan membeli majalah
saat majalah tersebut telah menumpuk di sudut dan hampir berdebu,barulah ku ambil kembali dan ku gunting gambar-gambar menarik atau artikel-artikel bermanfaat darinya

selain itu, ada juga aneka daftar di agendaku
dari mulai daftar koleksi DVD-ku,hingga tempat-tempat nongkrong favoritku
dari mulai daftar 'things to do'hingga 'what's your movies(s) today?'
Haha..Kadang sifat rajinku memang muncul di tempat yang salah
Coba saja tengok catatan kuliahku,
mungkin yang akan kau temukan malah sepenggal dua penggal kata
yang kurangkai sedemikian rupa alih-alih tertidur di kelas
Lebih repot lagi bukan?
Membayangkan dosen kolot nan galak itu melotot saja aku sudah malas
Apalagi jika benar-benar menelan bulat omelannya akibat rasa kantukku yang ku turuti

Nah, ini dia handphone ku!
Satu lagi benda mungil hasil keajaiban teknologi yang kadang mampu menebus kelu ku
Jari jemariku pun langsung menari lincah di atas tuts-tutsnya
Sasaran sms ku kali ini adalah sahabat karibku di kota kelahiranku

Dipra.

Yah, ingatanku pun sedikit melayang kepadanya
Aku kangen!
Kangen ngobrol sama dia, ketawa-ketawa, makan bareng, jalan-jalan..
Dan terkadang membahas hal-hal serius yang tak bisa ku ceritakan pada orang lain
Dia memang seorang yang amat sangat khusus di hati dan kehidupanku.
Pertemanan kami diawali saat kami sama-sama duduk di kelas 2 SMU

Awalnya aku sebaaaaaalll.. sekali padanya
Adu mulut pun jadi makanan sehari-hari
Tapi lama-lama, jika ia tak ada, rasanya aneh
Aku justru malah kangen menghina-hina dan dihina-hinanya
Lama kelamaan kedekatan dan kekariban pun terjalin di antara kami
Kebetulan tak lama setelah kami berteman, aku putus dari pacarku
Jadi, tidak ada yang mencemburui hubungan kami
Dia?Tentu saja tidak punya gandengan..Haha..

Ini dia salah satu hal yang sering kali ku jadikan bahan celaan dan tertawaanku padanya
Dia tergolong lelaki yang akan sangat gugup dan kelu di depan perempuan yang ia suka
Lagipula, salah satu hal yang membuat ia belum pernah punya gandengan sama sekali adalah kebebasannya

Kebebasan yang menyerap di seluruh darah dan tulangnya

Ia bukanlah orang yang senang dengan komitmen
Yah, maklumlah..
Kebanyakan lelaki di zaman metroseksual ini, memang enggan berkomitmen
Betul bukan?

Hmmmmm... perjalanan persahabatan kami sempat diuji
saat aku harus melanjutkan kuliah di Bandung
Sementara ia tetap berada di Bogor dan melanjutkan kuliah disana
Saat berpisah dulu, rasanya sedih sekali
Namun lambat laun, setelah kami menemukan teman-teman dan sahabat-sahabat baru semuanya menjadi lebih mudah
Tetapi persahabatan kami tetap terjaga hingga kini
Tiada orang yang mampu menggantikan tempatnya di hatiku
Kepadanyalah aku berbalik saat badai menerpa hidupku
Ku bangun pula suatu monumen abadi untuknya di hatiku

Lho, kok jadi melankolis begini ya?
Sampai mana aku tadi?
Oya, aku sedang menulis sms untuknya
Isinya :

"Dip, tebak gw lagi dimana?! Gw lagi di Cafe!Sendirian, With a cup of coffee, a pack of Marlboro Lights Menthol, doin' my homework, and s'times dreamin.."

kutekan tombol yes

Sending message

Message Sent

Yap, sekarang tinggal menunggu balasan smsnya saja

Sementara itu, aku mengitari kepalaku ke setiap sudut di cafe ini
Cafe ini cukup nyaman dan menyenangkan untuk seorang mahasiswi sepertiku
Interiornya sederhana namun menggambarkan suatu cita rasa elegan, tidak murahan
Kursi dan bangku kayu setinggi meja makan berwarna coklat,
Diselingi dengan sofa empuk bermeja kopi yang hanya sebatas lutut,
Menjadi alternatif pilihan untuk mendaratkan pantat
Dan sekedar menyesap secangkir kopi hangat
Dindingnya di cat putih gading,
kali ini lukisan-lukisan bertema pop-art lah yang menemaninya
Setahuku, setiap bulan dekorasi yang menghias dinding itu selalu berganti
Kadang lukisan, foto, boneka barbie, bahkan kerajinan tas pun pernah terpampang disana
Cafe ini sering menjadi tempat favoritku untuk membunuh waktu
Dan sepi yang kerap kali menjadi penyakitku
Pengunjungnya kebanyakan mahasiswa atau lajang muda
yang sekedar ingin bercengkrama disana

Namun kali ini, tidak ada yang datang sendirian sepertiku...

Ya.. lagi-lagi aku harus menyesapi kembali kesepianku..Sendiri.
Sebenarnya aku benci kata itu
Namun tak kupungkiri, terkadang aku membutuhkannya.
Tapi harap dicatat!

T..E..R..K..A..D..A..N..G.....

Yah..waktu semakin merayapi tubuhku hari ini
Mungkin aku akan berhenti mengoceh untukmu
Aku hanya ingin diam,
Menyesapi Iced coffee vanila,
Menyemburkan berkepul-kepul asap Marlboro Lights Menthol,
Menunggu sms balasan dari Dipra

DIAM...

Hanya d..i...a..m....