Kemarin saya sakit. Saya ga suka kalau sakit. Apalagi sakit yang bener-bener sakit, pain.. not just sick, kaya radang tenggorokan saya ini. Tiap batuk rasanya dinding tenggorokan ini makin tipis karena tergerus terus. Perih pula... Ditambah lagi lendir yang ada di pangkal tenggorokan menghambat napas saya. Sampai-sampai ngomong terlalu bersemangat aja bikin napas saya tersengal-sengal. Menderita deh pokoknya..
Seharian kemarin saya ga masuk kantor. Kerjaan saya cuma baring-baring di kostan sambil kegerahan, minum air anget diselingi teh anget (otomatis ga puasa), tidur, pipis karena kebanyakan minum, nonton, minum obat, melamun, bosan... Duh, sakit itu bener-bener ga enak deh...
Saya jadi merasa bodoh kalau ingat diri saya waktu kecil yang sering kepengen sakit biar ga usah sekolah. Atau pengen diopname biar banyak yang nengokin sambil bawa makanan dan mainan. Hehe.. Suatu hari saya pernah bilang sama Ibu saya kalau saya pengen pingsan karena saya ga tau yang namanya pingsan tuh kaya apa rasanya. Langsung dong, Ibu saya misuh-misuh. Beliau menyuruh saya mengucap istighfar. Rati kecil waktu itu cuma bengong dan bertanya-tanya kenapa disuruh mengucap istighfar. Hehe.. Giliran sekarang, baru ngerasain sendiri deh yang namanya sehat itu mahal.
Waktu tingkat 3, saya pernah sakit. Kata dokter waktu itu saya kena virus, entah virus apa namanya. Pokoknya gejala saya waktu itu demam dan muntah-muntah. Karena orang tua saya di Bogor, maka dititipkanlah saya di rumah tante saya yang ada di Bandung. Disana makan saya memang terjamin, tapi ternyata jiwa saya tertekan karena ga ada satu orang teman saya yang nengokin saya. Beberapa orang yang saya kasih tahu cuma memberi perhatian sebatas sms saja. Ditambah lagi om dan tante saya yang memang sibuk, tidak bisa memberi saya perhatian yang cukup, sebagaimana orang sakit seharusnya diperhatikan. Alhasil, dalam seminggu bobot saya turun 7 kg. Dan sampai sekarang saya masih ingat seperti apa kesedihan saya waktu itu. Semenjak kejadian itu, jika ada teman saya yang sakit, sebisa mungkin saya tengok karena saya tahu sedihnya terbaring lemah tak berdaya berhari-hari di ranjang.
Well, sehat itu memang mahal.. Indeed.
Sakit
Wednesday, September 26, 2007Ekspresi
Monday, September 17, 2007Kadang saya sebel sama diri saya yang ekspresif ini. Masalahnya, ketika saya bete atau sedang mengalami banyak cobaan yang menyiksa, saya seringkali tidak mampu menyembunyikan apa yang saya rasakan. Kalau lagi seneng sih sifat saya ini jadi berdampak positif karena orang yang ngeliat saya syukur-syukur ikut seneng juga *walapun kadang dianggep berlebihan sama beberapa orang teman saya... Hehe..*. Tapi kalau saya lagi sebel, bete, sedih atau sengsara *cieee...sengsara...hihi..* gimana coba? Dan yang lebih menyebalkan lagi, ekspresi negatif yang keluar dari tubuh saya seringkali diartikan oleh orang lain hanya sebagai satu emosi saja yaitu RATIE LAGI BETE. Padahal kan saya bisa sedih juga... Siapa tahu saya diam karena saya lagi sedih. Nah, orang yang lagi sedih kan butuh dihibur, bukan didiemin seolah-olah dia lagi marah atau sebel dan ga pengen diganggu kan..? Memang sih.. sifat ini ga baik dipelihara. Selain karena mengeluarkan energi negatif yang bisa mempengaruhi orang sekitar, saya juga jadi mudah 'dibaca' orang. One other things that I hate... Tapi karena udah dari sononya kaya begini gimana dooong...?
Sindrom seninkah?
Monday, September 03, 2007Ga jelas.
Yah, begitulah.
Posted by
Ratie
at
12:47 PM
|
Labels: curhat, daily, ga penting
Karya
Friday, August 31, 2007Puas. Hari ini saya puas sama acara yang seminggu ini saya siapkan dengan jungkirbalik-saltodepan-saltobelakang (hehe.. maaf hiperbol..) Perasaan ini sama kaya waktu film pendek saya ditonton banyak orang dikampus dan setelah mereka selesai nonton, semua bertepuk tangan untuk film saya. Well, sebenarnya yang film itu lebih dahsyat sih rasanya dibanding acara hari ini. Waktu itu saya kaya mau meledak saking senengnya!
Tapi yang acara ini juga menimbulkan perasaan yang hampir sama, perasaan bangga karena karya yang saya bikin berhasil dan dihargai orang. Well, pengen rasanya ngerjain hal yang bikin saya ngerasain hal seperti itu lagi....
Bandung
Monday, August 27, 2007Hhhhhh... Im too much in love with that city...
Best Friends
Thursday, August 16, 2007Tadi malam saya sadar, my bestfriends are getting farther and farther away from me. Ada yang balik ke kampung halamannya dan berencana lanjut kuliah di luar negeri (entah kapan saya bisa ketemu dia lagi..), ada yang kerja nun jauh disana, ada yang masih di Bogor tapi ga punya esia.. (dudul..), ada yang punya esia tapi ga lagi dalam jangkauan esia.. (cepetan balik dooong...), ada yang serius koas di Jakarta, ada yang masih tetep di Bandung menyelesaikan studinya, ada yang bertapa di Jatinangor biar cepet lulus.. (semangat,cok!), ada yang tak terdengar kabarnya.. Hu-uh! Intinya, its getting more difficult to reach them... Aaaarrrgghhh... Im getting more lonely and lonely each time... And I need them... Got nothing any in this city. Not the exact bestfriends like they are... My office is just a small one, you know..With not so much younger people like me..
Hmmm... a lil bit sad but I know it is mean to be like this. Semua orang harus move on. Termasuk saya dan teman-teman saya. Ke depannya pasti bakal semakin banyak rintangan yang menghalangi kita. Seperti kata salah satu temen saya,
"Ini baru permulaan,tie.. Ntar kalo dah pada nikah 'en berkeluarga pasti lebih parah lagi.."
Yeah..right.... I just M.I.S.S.Y.O.U, guys...
Tulisan Orang Insomnia
Tuesday, August 14, 2007Is this what so called Insomnia? Gosh.. wish it doesn’t happen to me… But how come I can be like this?? Is it because I always think about my boyfriend and all troubles that lie between us..? Or is it just because those fucking mosquitoes..? (By the way, I killed 4 mosquitoes in my room tonight..) Or is it because the very famous hot weather in Jakarta…? The right answer maybe is a mix of those things. Yep. Perfect combination.
So now.. here I am, still starring at my lappy, writing something which I don’t know what I really want to talk about, and waiting for that sleepy feeling come to me. Also accompany by Dr.Grey from the famous Grey’s Anatomy serial, I’m getting more awake.
Actually, I really want to call someone, who usually be a late night sleeper. My number one choice is fall to my boyfriend. But, since I still upset to him and he seems doesn’t really care, so I throw that choice down. My second and third choices are fall to my best friends. But none of them are in Bandung or Jakarta right now. Romy is still at Solo and Harry still at Padang so I can’t call them with my cheap-esia-call. Dex, like usual, is still at Bogor but he doesn’t has esia number so I can’t use that cheap call too.. Shoot!
So.. again.. here I am babbling something which I know doesn’t important at all while tomorrow I must get up early because I have to go to the hospital before I go to my office… Hmmppphhhhh… What a night…
Fuckin’ Jakarta, 1 am in the morning.
Posted by
Ratie
at
2:45 PM
|
Labels: curhat, ga penting
Supahdupahflowlymelloowwweeee....
Monday, August 13, 2007I dont know.....!
All I know is this morning I wake up with no smile, no spirit, no guts... empty... Feel so so weaaaaak... so sick! Hwuaaaaaa.... Maybe this what they called LONELY...
God, please help me to work!!
Posted by
Ratie
at
1:49 PM
|
Labels: curhat, ga penting
Sombong
Thursday, July 19, 2007Saya ga bisa ngerti sama orang sombong. Sama kaya saya ga bisa ngerti sama orang yang punya sifat jahat, seperti culas, tukang bohong, tukang adu domba atau tukang memuji-di-depan-menikam-di-belakang. Sebenarnya apa ya keuntungan yang mereka dapat dari semua itu? Apa mereka tambah disukai? Tambah banyak teman? Tambah cantik ato ganteng? Tambah pinter?? Tambah HEBAT? Dipandang???
APA???
Yang ada mereka cuma bikin sebel, bikin dosa... Bikin orang lain ribut, berantem.. Bikin malesssssss... Males rasanya deket-deket sama orang sombong. Males rasanya dengerin celotehan, bualan, saya-punya-ini-punya-itu, saya-bisa-ini-bisa-itu dalam nada tinggi yang arogan. Males juga ngomong sama mereka karena mereka selalu merasa mereka yang paling benar.
Ok.. kamu pintar, sekolah di Amrik sono, bapak kamu kaya.. mobil sejibun, rumah ga keitung, apartemen sampe Alaska juga punya! Tapi apa gunanya kalau kamu S.O.M.B.O.N.G? Apa disitu letak kebahagian kamu?
Yah.. tak tahulah.. Karena semoga, saya tidak pernah merasakan jadi orang itu.
Posted by
Ratie
at
2:33 PM
|
Labels: curhat, random thought
Time (can't) heals
Monday, July 16, 2007Dulu saya kira saya bukan orang yang pendendam. Dulu saya kira saya orang yang dengan mudah tidak mengingat-ingat kesalahan orang pada saya. Dulu saya kira saya orang yang mencintai damai.
Ternyata saya bukan ketiga orang diatas.
Beberapa luka lama ternyata tetap saya kenang dan tak saya campakan begitu saja. Luka lama itu ternyata tidak kunjung kering dan menutup. Dan setiap seseorang atau sesuatu hadir dari luka-luka tersebut, kebencian memenuhi diri saya. Kebencian yang dulu, yang saya kira telah saya buang jauh-jauh.
Dan saat ini sebuah luka menganga. Sedihnya, luka ini melibatkan orang yang sangat saya cintai. Membuat saya terjepit antara menutup luka itu atau tetap membiarkannya menganga. Selama ini tanpa sadar saya membiarkan luka itu menganga. Namun, luka itu tidak menimbulkan rasa sakit karena ia terlupa, yang membuat saya mengira bahwa luka tersebut telah kering dan menutup. Ternyata tidak.. belum.. atau tidak akan pernah.. saya tidak tahu.
Saat ini seseorang meminta saya untuk memaafkan (kata yang sangat agung..) Untuk menutup dan mengikhlaskan rasa sakit yang pernah mendera saya demi impiannya. Jika saya tidak bisa, taruhannya dia akan pergi. Saya tidak bisa membuatnya memilih antara saya atau impiannya. Hanya ia yang mampu mengendalikan saya. Saya tidak bisa mengendalikannya karena ia begitu kuat dan kokoh seperti batu karang sementara saya hanyalah riak kecil yang tak sanggup menerpanya. Ia pun membuat saya memilih untuk menutup luka saya hingga ia bisa mencapai mimpinya atau tetap membiarkan luka itu meradang dan saya kehilangan dia.
Saya pun menyerah pada Sang Waktu. Saya percaya bahwa beliaulah yang akan menyembuhkan semuanya. Time heals.. begitu kata orang-orang. Saya pun menunggu.
Lama sekali... saya masih menunggu. Untungnya, dia pun bersedia menunggu saya menunggu. Kami pun menunggu. Menunggu dengan sabar karena saat menunggu waktu berjalan pelan sekali seperti siput yang melangkah pelaaaaann..pelaaaaaaaaan sekali.
Tapi ternyata time can't heals.. Karena luka itu tidak mengering sama sekali. Saya tidak bisa karena urusan ini belum selesai. Tidak akan pernah selesai. Kenangan buruk akan kekecewaan yang timbul di masa lalu itu ternyata sungguh dalam. Saya dendam. Ternyata saya adalah orang yang pendendam. Dan satu-satunya cara untuk menghilangkan dendam adalah dengan membalasnya.
Posted by
Ratie
at
12:16 PM
|
Labels: curhat, random thought

