Showing posts with label curhat. Show all posts
Showing posts with label curhat. Show all posts

Sakit

Wednesday, September 26, 2007

Kemarin saya sakit. Saya ga suka kalau sakit. Apalagi sakit yang bener-bener sakit, pain.. not just sick, kaya radang tenggorokan saya ini. Tiap batuk rasanya dinding tenggorokan ini makin tipis karena tergerus terus. Perih pula... Ditambah lagi lendir yang ada di pangkal tenggorokan menghambat napas saya. Sampai-sampai ngomong terlalu bersemangat aja bikin napas saya tersengal-sengal. Menderita deh pokoknya..

Seharian kemarin saya ga masuk kantor. Kerjaan saya cuma baring-baring di kostan sambil kegerahan, minum air anget diselingi teh anget (otomatis ga puasa), tidur, pipis karena kebanyakan minum, nonton, minum obat, melamun, bosan... Duh, sakit itu bener-bener ga enak deh...

Saya jadi merasa bodoh kalau ingat diri saya waktu kecil yang sering kepengen sakit biar ga usah sekolah. Atau pengen diopname biar banyak yang nengokin sambil bawa makanan dan mainan. Hehe.. Suatu hari saya pernah bilang sama Ibu saya kalau saya pengen pingsan karena saya ga tau yang namanya pingsan tuh kaya apa rasanya. Langsung dong, Ibu saya misuh-misuh. Beliau menyuruh saya mengucap istighfar. Rati kecil waktu itu cuma bengong dan bertanya-tanya kenapa disuruh mengucap istighfar. Hehe.. Giliran sekarang, baru ngerasain sendiri deh yang namanya sehat itu mahal.

Waktu tingkat 3, saya pernah sakit. Kata dokter waktu itu saya kena virus, entah virus apa namanya. Pokoknya gejala saya waktu itu demam dan muntah-muntah. Karena orang tua saya di Bogor, maka dititipkanlah saya di rumah tante saya yang ada di Bandung. Disana makan saya memang terjamin, tapi ternyata jiwa saya tertekan karena ga ada satu orang teman saya yang nengokin saya. Beberapa orang yang saya kasih tahu cuma memberi perhatian sebatas sms saja. Ditambah lagi om dan tante saya yang memang sibuk, tidak bisa memberi saya perhatian yang cukup, sebagaimana orang sakit seharusnya diperhatikan. Alhasil, dalam seminggu bobot saya turun 7 kg. Dan sampai sekarang saya masih ingat seperti apa kesedihan saya waktu itu. Semenjak kejadian itu, jika ada teman saya yang sakit, sebisa mungkin saya tengok karena saya tahu sedihnya terbaring lemah tak berdaya berhari-hari di ranjang.

Well, sehat itu memang mahal.. Indeed.

Ekspresi

Monday, September 17, 2007

Kadang saya sebel sama diri saya yang ekspresif ini. Masalahnya, ketika saya bete atau sedang mengalami banyak cobaan yang menyiksa, saya seringkali tidak mampu menyembunyikan apa yang saya rasakan. Kalau lagi seneng sih sifat saya ini jadi berdampak positif karena orang yang ngeliat saya syukur-syukur ikut seneng juga *walapun kadang dianggep berlebihan sama beberapa orang teman saya... Hehe..*. Tapi kalau saya lagi sebel, bete, sedih atau sengsara *cieee...sengsara...hihi..* gimana coba? Dan yang lebih menyebalkan lagi, ekspresi negatif yang keluar dari tubuh saya seringkali diartikan oleh orang lain hanya sebagai satu emosi saja yaitu RATIE LAGI BETE. Padahal kan saya bisa sedih juga... Siapa tahu saya diam karena saya lagi sedih. Nah, orang yang lagi sedih kan butuh dihibur, bukan didiemin seolah-olah dia lagi marah atau sebel dan ga pengen diganggu kan..? Memang sih.. sifat ini ga baik dipelihara. Selain karena mengeluarkan energi negatif yang bisa mempengaruhi orang sekitar, saya juga jadi mudah 'dibaca' orang. One other things that I hate... Tapi karena udah dari sononya kaya begini gimana dooong...?

Sindrom seninkah?

Monday, September 03, 2007

Ga jelas.

Perasaan saya lagi kacau hari ini. Ini biasanya saat yang tepat untuk bikin puisi. Saat galau. Saat perasaan tak menentu. Tapi dari tadi ga ada sepotong kalimat indah yang menghampiri benak saya. Jadi...

Yah, begitulah.

Apakah ini sindrom senin? Ataukah ini karena daun telinga saya yang nyutnyutan karena abis disuntik? Or am I just moody..? Ataukah ini karena di akhir minggu akan ada acara yang harus saya hadiri dengan membawa suatu konsep yang bagus tapi sampai sekarang saya belum ketemu juga sama itu konsep padahal menemukan dan merealisasikan konsep itu tidaklah mudah tapi juga butuh waktu yang panjang? Atau ini gara-gara dilema tas yang baru kemarin saya beli tapi kok ternyata saya semakin ga suka sama tas itu dan berniat untuk menjualnya tapi ketika ada yang mau membeli saya malah takut menyesal telah menjual tas itu dikarenakan sebenarnya tas itu memang bagus dan saya sukai? Atau ini adalah titik kebosanan pada pekerjaan saya menyusun naskah itu yang sudah muak sekali saya utak-utik dari satu bulan yang lalu padahal sebenarnya saya memang muak sekali akan naskah itu dan berharap selesai saja? Ataukah ini disebabkan oleh postingan kekasih di suatu milis yang terkesan mempermalukan saya padahal ia adalah kekasih saya yang sudah sepatutnyalah ia menyayangi saya bukan mempermalukan saya seperti itu di depan orang banyak pula? Atau kembali lagi ini hanya sindrom senin yang memang bagi pekerja kantoran seperti saya senin adalah neraka karena kembali menceburkan diri pada pekerjaan yang berlebihan dan meletihkan adalah panas dan tidak enak dan itulah senin?


Don't you think we think too much, we see too much and we hear too much...?

Karya

Friday, August 31, 2007

Puas. Hari ini saya puas sama acara yang seminggu ini saya siapkan dengan jungkirbalik-saltodepan-saltobelakang (hehe.. maaf hiperbol..) Perasaan ini sama kaya waktu film pendek saya ditonton banyak orang dikampus dan setelah mereka selesai nonton, semua bertepuk tangan untuk film saya. Well, sebenarnya yang film itu lebih dahsyat sih rasanya dibanding acara hari ini. Waktu itu saya kaya mau meledak saking senengnya! Tapi yang acara ini juga menimbulkan perasaan yang hampir sama, perasaan bangga karena karya yang saya bikin berhasil dan dihargai orang. Well, pengen rasanya ngerjain hal yang bikin saya ngerasain hal seperti itu lagi....

Bandung

Monday, August 27, 2007

Bulan kemarin perasaan gaji saya kok cepet amat abisnya ya? Setelah ditiliktilik dan dipikirpikir ampe agak panas ni kpala, akhirnya saya menyimpulkan bahwa perjalanan ke Bandung tiga kali dalam sebulan adalah penyebabnya! Dari mulai bayar travel yang pp-nya bisa sampe 120 rb, jajansanasini, sampai belabeli dvd, games ato mp3, ternyata membuahkan angka 300rb sekali ke Bandung. Waddduuuuh... Pantes bokek!! Padahal saya ga belanja yg mahalmahal. Beli baju atau sepatu atau tas aja juga engga... Tapi hal ini terkuaknya agak lama alias saya telat sadarnya kalau uang saya habis itu gara-gara keseringan ke Bandung. Soalnya perasaan di Bandung tuh saya ga beli apa-apa. Tapi ternyata hanya dengan jajan aja dan beli dvd atau cd games atau mp3 yang notabene cuma 5 rebu perak satunya, saya bisa bokek juga... Huhu... Bulan depan harus dibatesin nih. Cukup sekali dalam sebulan! Kangennya ya ditahan aja.. Kangen ama makanannya, ama temanteman, ama suasana, ama dinginnya, ama tempat belanja murahnya...

Hhhhhh... Im too much in love with that city...

Best Friends

Thursday, August 16, 2007

Friends come and go... But bestfriends stay, right..? R..I..GH....T....?

Tadi malam saya sadar, my bestfriends are getting farther and farther away from me. Ada yang balik ke kampung halamannya dan berencana lanjut kuliah di luar negeri (entah kapan saya bisa ketemu dia lagi..), ada yang kerja nun jauh disana, ada yang masih di Bogor tapi ga punya esia.. (dudul..), ada yang punya esia tapi ga lagi dalam jangkauan esia.. (cepetan balik dooong...), ada yang serius koas di Jakarta, ada yang masih tetep di Bandung menyelesaikan studinya, ada yang bertapa di Jatinangor biar cepet lulus.. (semangat,cok!), ada yang tak terdengar kabarnya.. Hu-uh! Intinya, its getting more difficult to reach them... Aaaarrrgghhh... Im getting more lonely and lonely each time... And I need them... Got nothing any in this city. Not the exact bestfriends like they are... My office is just a small one, you know..With not so much younger people like me..

Hmmm... a lil bit sad but I know it is mean to be like this. Semua orang harus move on. Termasuk saya dan teman-teman saya. Ke depannya pasti bakal semakin banyak rintangan yang menghalangi kita. Seperti kata salah satu temen saya,
"Ini baru permulaan,tie.. Ntar kalo dah pada nikah 'en berkeluarga pasti lebih parah lagi.."

Yeah..right.... I just M.I.S.S.Y.O.U, guys...

Tulisan Orang Insomnia

Tuesday, August 14, 2007

Lately, I have this difficulty to sleep. Last night is the worst. I feel absolutely-not-sleepy. It was very hard for me to even just close my eyes for ten minutes without open it again. If finally I was succeed to fall asleep, one hour later I woke up. I thought, I must be very tired when I wake up in the morning, but you know what, I still feel fresh. As fresh as a fruit!

Is this what so called Insomnia? Gosh.. wish it doesn’t happen to me… But how come I can be like this?? Is it because I always think about my boyfriend and all troubles that lie between us..? Or is it just because those fucking mosquitoes..? (By the way, I killed 4 mosquitoes in my room tonight..) Or is it because the very famous hot weather in Jakarta…? The right answer maybe is a mix of those things. Yep. Perfect combination.

So now.. here I am, still starring at my lappy, writing something which I don’t know what I really want to talk about, and waiting for that sleepy feeling come to me. Also accompany by Dr.Grey from the famous Grey’s Anatomy serial, I’m getting more awake.

Actually, I really want to call someone, who usually be a late night sleeper. My number one choice is fall to my boyfriend. But, since I still upset to him and he seems doesn’t really care, so I throw that choice down. My second and third choices are fall to my best friends. But none of them are in Bandung or Jakarta right now. Romy is still at Solo and Harry still at Padang so I can’t call them with my cheap-esia-call. Dex, like usual, is still at Bogor but he doesn’t has esia number so I can’t use that cheap call too.. Shoot!

So.. again.. here I am babbling something which I know doesn’t important at all while tomorrow I must get up early because I have to go to the hospital before I go to my office… Hmmppphhhhh… What a night…

Fuckin’ Jakarta, 1 am in the morning.

Supahdupahflowlymelloowwweeee....

Monday, August 13, 2007

Fufufu... Dunno why but this morning I feel so sad...so baaaaddd... Maybe its because I dont speak with my boyfriend for the whole yesterday (and he still not calling me 'till now..), or maybe its because a conversation with one of my best-closest-friend last night that makes me missing him so much (I miss you! And the tea, the rain, the comfort in your room, the late night supper at sop buntut simpang or my favorite talago biru or your favorite nasi goreng balubur or my favorite (again) bebek goreng van java.. or just riding your motorbike and you'll go whereever I wish... Gosh.. Wish I can go back there..), or maybe its because the weather...or my period (ow...this explain much!) ..?

I dont know.....!

All I know is this morning I wake up with no smile, no spirit, no guts... empty... Feel so so weaaaaak... so sick! Hwuaaaaaa.... Maybe this what they called LONELY...

God, please help me to work!!

Sombong

Thursday, July 19, 2007

Saya ga bisa ngerti sama orang sombong. Sama kaya saya ga bisa ngerti sama orang yang punya sifat jahat, seperti culas, tukang bohong, tukang adu domba atau tukang memuji-di-depan-menikam-di-belakang. Sebenarnya apa ya keuntungan yang mereka dapat dari semua itu? Apa mereka tambah disukai? Tambah banyak teman? Tambah cantik ato ganteng? Tambah pinter?? Tambah HEBAT? Dipandang???

APA???

Yang ada mereka cuma bikin sebel, bikin dosa... Bikin orang lain ribut, berantem.. Bikin malesssssss... Males rasanya deket-deket sama orang sombong. Males rasanya dengerin celotehan, bualan, saya-punya-ini-punya-itu, saya-bisa-ini-bisa-itu dalam nada tinggi yang arogan. Males juga ngomong sama mereka karena mereka selalu merasa mereka yang paling benar.

Ok.. kamu pintar, sekolah di Amrik sono, bapak kamu kaya.. mobil sejibun, rumah ga keitung, apartemen sampe Alaska juga punya! Tapi apa gunanya kalau kamu S.O.M.B.O.N.G? Apa disitu letak kebahagian kamu?

Yah.. tak tahulah.. Karena semoga, saya tidak pernah merasakan jadi orang itu.

Time (can't) heals

Monday, July 16, 2007

Dulu saya kira saya bukan orang yang pendendam. Dulu saya kira saya orang yang dengan mudah tidak mengingat-ingat kesalahan orang pada saya. Dulu saya kira saya orang yang mencintai damai.

Ternyata saya bukan ketiga orang diatas.

Beberapa luka lama ternyata tetap saya kenang dan tak saya campakan begitu saja. Luka lama itu ternyata tidak kunjung kering dan menutup. Dan setiap seseorang atau sesuatu hadir dari luka-luka tersebut, kebencian memenuhi diri saya. Kebencian yang dulu, yang saya kira telah saya buang jauh-jauh.

Dan saat ini sebuah luka menganga. Sedihnya, luka ini melibatkan orang yang sangat saya cintai. Membuat saya terjepit antara menutup luka itu atau tetap membiarkannya menganga. Selama ini tanpa sadar saya membiarkan luka itu menganga. Namun, luka itu tidak menimbulkan rasa sakit karena ia terlupa, yang membuat saya mengira bahwa luka tersebut telah kering dan menutup. Ternyata tidak.. belum.. atau tidak akan pernah.. saya tidak tahu.

Saat ini seseorang meminta saya untuk memaafkan (kata yang sangat agung..) Untuk menutup dan mengikhlaskan rasa sakit yang pernah mendera saya demi impiannya. Jika saya tidak bisa, taruhannya dia akan pergi. Saya tidak bisa membuatnya memilih antara saya atau impiannya. Hanya ia yang mampu mengendalikan saya. Saya tidak bisa mengendalikannya karena ia begitu kuat dan kokoh seperti batu karang sementara saya hanyalah riak kecil yang tak sanggup menerpanya. Ia pun membuat saya memilih untuk menutup luka saya hingga ia bisa mencapai mimpinya atau tetap membiarkan luka itu meradang dan saya kehilangan dia.

Saya pun menyerah pada Sang Waktu. Saya percaya bahwa beliaulah yang akan menyembuhkan semuanya. Time heals.. begitu kata orang-orang. Saya pun menunggu.

Lama sekali... saya masih menunggu. Untungnya, dia pun bersedia menunggu saya menunggu. Kami pun menunggu. Menunggu dengan sabar karena saat menunggu waktu berjalan pelan sekali seperti siput yang melangkah pelaaaaann..pelaaaaaaaaan sekali.

Tapi ternyata time can't heals.. Karena luka itu tidak mengering sama sekali. Saya tidak bisa karena urusan ini belum selesai. Tidak akan pernah selesai. Kenangan buruk akan kekecewaan yang timbul di masa lalu itu ternyata sungguh dalam. Saya dendam. Ternyata saya adalah orang yang pendendam. Dan satu-satunya cara untuk menghilangkan dendam adalah dengan membalasnya.


Di ujung jalan itu, lampu meredup remang-remang. Yang bisa saya lihat hanyalah punggungnya yang semakin lama semakin mengecil dan berlalu. Ia menepati janjinya. Dan saya tidak pernah lagi bertemu dengannya.

traffk