Showing posts with label dunia. Show all posts
Showing posts with label dunia. Show all posts

Seorang Ibu dan Karcis Kereta

Monday, February 25, 2008

Hari ini baru dimulai, tapi saya sudah mendapatkan kejadian yang bikin hati saya komat-kamit, seperti ini nih... "omaigooodddddd.... adduuuuhhh.... huuuuuuu.... kasian bangettttt..... gila yaaa??!! Brengsekkk!!!"

Bingung? Jangan dulu! Teruskan saja menyeruput kopi Anda sambil scroooll down ke bawah... Hehehe...

Jadi begini ceritanya... Hari ini saya naek kereta. Seperti hari-hari Senin lainnya, kereta pakuan ekspress jurusan Bogor-Kota ini penuhnya aujubilah.. Lucky me, saya dapet tempat duduk. Rata-rata orang yang berangkat dari Bogor emang bakal dapet tempat duduk as long as you don't late. Nah, nasib baik tampaknya belum berpihak pada orang2 yang menaiki kereta ini dari stasiun Bojong Gede, stasiun yang akan disinggahi oleh kereta saya ini. Orang-orang itu, dengan sangat terpaksa, akan berdiri berjubel2 di kereta. Termasuk diantaranya seorang ibu yang naik dari Bojong Gede dan berdiri tepat di depan tempat saya duduk.

Awalnya saya ga begitu memperhatikan si ibu, sampai ketika seorang petugas pemeriksa karcis datang menghampiri kami dan si ibu di depan saya tiba2 bersuara,

Maaf pak, saya salah beli karcis... Ibu itu berkata sambil memperlihatkan karcis kereta ekonomi yang dibelinya.

Si bapak yang diajak bicara hanya menunjuk teman di belakangnya. Teman yang ditunjuk pun datang menghampiri si ibu dan mengeluarkan buku kecil, seperti buku cek, dan mulai menulis.

Saya harus bayar berapa pak? Ibu itu kembali bertanya.

Tiga puluh ribu.

Aduh pak.. Jangan mahal2... Ujar si ibu. Si bapak hanya menunjukan karcis denda akibat tidak membeli karcis dimana disitu tertera angka 3 dengan empat buah nol di belakangnya.

Ya sudahlah kalau memang peraturannya begitu... Si ibu menyambung lagi dengan suara lirih dan nada putus asa sambil mengeluarkan selembar lima puluh ribuan dari kereseknya.

Deg. Tiba-tiba aja hati saya terenyuh. Tau-tau mata saya udah berkaca-kaca. Ibu ini, cuma membawa sebuah keresek di tangannya sebagai pengganti tas tangannya! Dari pakaiannya pun saya tahu dia bukan orang berada. Tapi dia bisa berkata jujur!!! Dan dengan ikhlas dia membayar denda yang hampir tiga kali lipat harga karcis normal. Padahal, dia bukan orang yang dengan sengaja naik kereta itu tanpa membeli karcis!!! Dia cuma salah naik kereta kok!!!

Asli... Saya speechless. Saya cuma bisa nunduk dan berdoa. Ya Allah... Lancarkanlah rezeki ibu yang sangat jujur dan baik hati ini... Semoga engkau membalas kejujurannya... Amin.

Setelah itu, saya gelisah. Saya bener2 kasian sama ibu itu. Saya pengeeeen banget ngasih dia uang. Tapi saya takut harga dirinya terusik dan saya ga tahu gimana caranya ngasih uang tanpa menarik perhatian orang2 segerbong kereta. Dia pun menatap saya dan sambil tersenyum dia bilang, saya ga tahu... Saya ga pernah naik kereta.

Ok... This is it. Saya ga bisa cuma duduk dan menatap ibu itu berdiri. Saya pun kemudian merelakan kursi saya untuk diduduki ibu tersebut. Dan sepanjang perjalanan pikiran saya cuma mengarah kesana, kepada ibu yang malang tadi.

Lama2 hati saya mendidih. Saya teringat koruptor2 busuk penguasa negeri ini. APA MEREKA GA MALU SAMA IBU ITU???!!! Dia sama sekali bukan orang kaya TAPI DIA TAHU HUKUM!!! DIA TAAT PERATURAN!!! DIA IKHLAS BAYAR DENDA ATAS KESALAHANNYA!!! Walaupun mungkin lembar limapuluh ribuannya itu adalah lembaran terakhir yang ada di dompetnya!!!

Dan kenapa juga petugas kereta api itu ga nagih kekurangan uangnya aja???!!!!! Dia kan PUNYA KARCIS juga!!! Dia cuma salah naik kereta karena dia ga tau... Haruskah ibu itu yang dihukum..? Kenapa ga koruptor2 itu aja yang dihukum??!!! BRENGSEKKK!!!!!

Saya emosiiiiiiiiiiiiiiiiiii bangettttttt!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!! *saya jadi meneteskan air mata pas nulis ini* Buat para pembaca blog saya, jika sudi, tolong doain ibu itu yaaaa... Semoga dia diberi rezeki sama yang di atas. Semoga uang yang udah dia keluarkan itu diganti. Saya yakin banget, dia bukan orang jahat yang mau curang dengan beli karcis ekonomi tapi naek kereta ekspress! Dia cuma ga tau....

Shit... When this situation are gonna be better??!!!!! Kalau aja semua orang di negeri ini berpendidikan...

Luar Biasa

Tuesday, September 11, 2007

Selama empat hari kemarin (6-9 Sept), saya pergi meninggalkan dunia nyata dan masuk ke dalam dunia rekaan yang bernama Siaware 12 dimana disitu saya bertemu banyak orang-orang asing yang sama sekali belum saya kenal dan dalam sekejap saya bermitosis menjadi dua yaitu saya dan kami yang bisa mengekspresikan apa saja tanpa dihakimi, mendapat banyak masukan dan evaluasi terhadap diri yang terasa pahit namun dengan cepat sekali berganti menjadi manis serta kembali meneguhkan mimpi dan cita-cita untuk masa depan.

Fiiiuuhhhhh... Lelah sudah pasti. Bingung dan gamang juga menjadi makanan sehari-hari selama disana. Emosi diaduk. Kadang menangis kadang tertawa. Tapi di ujung dunia itu, saya bahagia. Bahagia sesungguhsungguhnya BAHAGIA.

Dua kali sudah saya memasuki dunia itu dan dua kali pula saya ingin kembali kesana. Pancaran energi positif yang sungguh besar dari orang-orang hebat di sekitar saya membuat saya yakin bahwa saya adalah memang ciptaan Tuhan yang terbaik. Tapi saya sadar. Dunia itu hanyalah tempat berlatih. Berlatih agar mahir berlakon di dunia nyata. Dan setiap saya pulang dari dunia rekaan itu, saya bernapas lebih lega, melangkah lebih mantap, berpikir lebih jernih, dan merasa lebih peka.

Aaaaahh.. memang sungguh LUAR BIASA!!

Terimakasih untuk semua yang mewujudkan itu semua. Bu Devi the Captain (makasih Bu, udah milih aku sebagai salah satu fasilitator walaupun aku cuma berhasil masukin satu orang), Bu Linda the best trainer ever yang sangat inspiring, Mba Esti yang galak tapi kocak, Bu Nani dan Pak Mustaf yang..pokoknya Siaware ga akan ada jika tanpa Anda berdua, Bang Lendy yang garing (heuheu..). Teman-teman sesama fasilitator Ilham, Romy, Yudi, Chendy, Dewi, Deasy, Jukie, Bowo, Yafiz, Mba Faiz, Mas Firman, Riesa, Rioz, Fajar, David, Sophie, Andik, Qiwe dan Dipo. Sahala the GM, Primus the LO dan Ahmad the pembantu umum (hehe..). Teman-teman small group Pipie, Gina, Hilman, Fahmi, Acy, Sandy, Bunga, Cho, Roby, Aldin, Im really proud of you all guys!! Kalian benar-benar melompat sangat tinggi! Juga terimakasih untuk semua peserta Siaware 12 karena tanpa kalian dunia itu tidak akan hadir lagi untuk saya dan semua. Terimakasih.

terimakasih....

Lebih dari cukup

Wednesday, September 05, 2007

Kata saya, orang beruntung..


Kata orang, saya beruntung..



Kenapa saya dan orang-orang tidak bisa bersyukur saja???



Mungkin karena manusia selalu ingin lebih.



Pertanyaannya, dimanakah batas cukup itu?

Karya

Friday, August 31, 2007

Puas. Hari ini saya puas sama acara yang seminggu ini saya siapkan dengan jungkirbalik-saltodepan-saltobelakang (hehe.. maaf hiperbol..) Perasaan ini sama kaya waktu film pendek saya ditonton banyak orang dikampus dan setelah mereka selesai nonton, semua bertepuk tangan untuk film saya. Well, sebenarnya yang film itu lebih dahsyat sih rasanya dibanding acara hari ini. Waktu itu saya kaya mau meledak saking senengnya! Tapi yang acara ini juga menimbulkan perasaan yang hampir sama, perasaan bangga karena karya yang saya bikin berhasil dan dihargai orang. Well, pengen rasanya ngerjain hal yang bikin saya ngerasain hal seperti itu lagi....

I wish

Thursday, August 23, 2007

IwishIwasnotsober.I wish last night I drank bottles oftequila. IwishIdidn'tmetyou. I wish I was not theonly one.I-wish-I-wassophisticatedenoughto/dive/in/your/bed.IwishI could explore every inch of your body. I wish I could smell your parfume and lick away your pain as if Im in a lot of hunger.IwishIdidn'tsleep. I-wish-Icouldn'tclosemyeyes.IwishIwasnot dreaming about you. IwishIwasinaheavycongestion. IwishIcouldflywhileI heardthislousymusic. IwishIhadenough! I wish I was atthebeach. I wish I could dance in the water. I wish I can shake my head and bang it to the wall. I wish I wasdeaf.IwishIcouldgotothepast. I wish I was addicted. I wish I could meet my guardian-angel. I wish I was stagnant. IwishIwaspregnant.





Too much wishes will kill you...

Best Friends

Thursday, August 16, 2007

Friends come and go... But bestfriends stay, right..? R..I..GH....T....?

Tadi malam saya sadar, my bestfriends are getting farther and farther away from me. Ada yang balik ke kampung halamannya dan berencana lanjut kuliah di luar negeri (entah kapan saya bisa ketemu dia lagi..), ada yang kerja nun jauh disana, ada yang masih di Bogor tapi ga punya esia.. (dudul..), ada yang punya esia tapi ga lagi dalam jangkauan esia.. (cepetan balik dooong...), ada yang serius koas di Jakarta, ada yang masih tetep di Bandung menyelesaikan studinya, ada yang bertapa di Jatinangor biar cepet lulus.. (semangat,cok!), ada yang tak terdengar kabarnya.. Hu-uh! Intinya, its getting more difficult to reach them... Aaaarrrgghhh... Im getting more lonely and lonely each time... And I need them... Got nothing any in this city. Not the exact bestfriends like they are... My office is just a small one, you know..With not so much younger people like me..

Hmmm... a lil bit sad but I know it is mean to be like this. Semua orang harus move on. Termasuk saya dan teman-teman saya. Ke depannya pasti bakal semakin banyak rintangan yang menghalangi kita. Seperti kata salah satu temen saya,
"Ini baru permulaan,tie.. Ntar kalo dah pada nikah 'en berkeluarga pasti lebih parah lagi.."

Yeah..right.... I just M.I.S.S.Y.O.U, guys...

traffk